Pemanfaatan Lahan Sempit dan Revitalisasi Kampung Wisata Berseri melalui Aquaponik dan UMKM Melek Teknologi

 Pemanfaatan Lahan Sempit dan Revitalisasi Kampung Wisata Berseri melalui Aquaponik dan UMKM Melek Teknologi

Rizki Amelia, Husin Bafadhal

rizkiamelia@gmail.comhusinbafadhal@uinjambi.ac.id

Program Studi Ekonomi Syariah

Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam

Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Abstrak

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) kolaboratif di Kampung Wisata Berseri, yang berlokasi di Kelurahan Eka Jaya Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi, terutama berpusat pada pemanfaatan efektif lahan terbatas melalui penerapan sistem aquaponik, pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui peningkatan literasi teknologi, selain memberikan pendidikan masyarakat mengenai masalah lingkungan dan kesehatan. Inisiatif ini menggunakan metodologi deskriptif kualitatif yang menggabungkan kerangka partisipatif (Partisipatory Action Research/PAR), sehingga memfasilitasi keterlibatan langsung masyarakat di setiap fase proses. Temuan menunjukkan bahwa revitalisasi lahan aquaponik tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan tetapi juga berfungsi sebagai proposisi yang menarik untuk pariwisata pendidikan yang berorientasi masyarakat. Di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), integrasi strategi pemasaran digital dan inisiatif branding produk memiliki potensi untuk meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan lokal. Bersamaan dengan itu, inisiatif pendidikan yang berfokus pada pengelolaan limbah dan kandungan gula dalam minuman telah berhasil meningkatkan kesadaran publik mengenai pentingnya pelestarian lingkungan dan promosi gaya hidup sehat. Di luar kurikulum pendidikan dasar, siswa secara aktif terlibat dalam berbagai upaya sosial, budaya, dan agama, sehingga memperkuat hubungan mereka dengan masyarakat. Efek kolaboratif dari ketiga program utama ini menghasilkan hasil yang menguntungkan, ditandai dengan peningkatan produktivitas, peningkatan kesadaran lingkungan, dan fortifikasi ekonomi lokal, yang semuanya secara kolektif berfungsi sebagai representasi konkret dari kontribusi siswa terhadap kemajuan desa yang inovatif, pendidikan, dan berorientasi pariwisata berkelanjutan.

Kata kunci: Aquaponik, UMKM, Teknologi, Edukasi, Masyarakat, Pemberdayaan, KKN

Abstrac

The collaborative Community Service Program (KKN) implementation in Berseri Tourism Village, located in Eka Jaya Village, Paal Merah District, Jambi City, primarily focuses on the effective utilization of limited land through the implementation of an aquaponics system, empowering micro, small, and medium enterprises (MSMEs) through increasing technological literacy, in addition to providing community education on environmental and health issues. This initiative uses a qualitative descriptive methodology that incorporates a participatory action research (PAR) framework, thus facilitating direct community involvement in every phase of the process. The findings indicate that the revitalization of aquaponics land not only improves food security but also serves as an attractive proposition for community-oriented educational tourism. In the Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) sector, the integration of digital marketing strategies and product branding initiatives has the potential to enhance the competitive advantage of local companies. Simultaneously, educational initiatives focused on waste management and sugar content in beverages have successfully raised public awareness regarding the importance of environmental conservation and promoting healthy lifestyles. Beyond the basic education curriculum, students are actively involved in various social, cultural, and religious endeavors, strengthening their ties with the community. The collaborative effect of these three key programs produces beneficial outcomes, marked by increased productivity, heightened environmental awareness, and fortification of the local economy, all of which collectively serve as concrete representations of students' contributions to the advancement of innovative, educational, and sustainable tourism-oriented villages.

Keyword: Aquaponics, MSMEs, Technology, Education, Community, Empowerment, Community Service Program

PENDAHULUAN

Kendala lahan sering menghadirkan tantangan yang signifikan bagi masyarakat yang bertujuan untuk memajukan sektor pertanian dan akuakultur mereka. Meskipun demikian, melalui penerapan sistem aquaponik, bidang tanah yang terbatas dapat dimanfaatkan secara efisien karena pendekatan ini mengintegrasikan budidaya ikan dan tanaman dalam satu ekosistem sinergis. Di Kampung Wisata Berseri, infrastruktur aquaponik telah dikembangkan sebagai inisiatif baru untuk meningkatkan potensi pariwisata dan ketahanan pangan masyarakat setempat. Sayangnya, manajemen operasional aquaponik mengalami gangguan sementara karena kurangnya sumber daya manusia yang stabil yang mengawasi fungsinya.

Mengingat keadaan tersebut, mahasiswa dan fakultas KKN Mandiri Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi telah melakukan inisiatif untuk merevitalisasi lahan aquaponic dengan fokus pada strategi pemberdayaan masyarakat. Program ini dirancang sedemikian rupa sehingga hasil pertanian dan ikan yang dipanen akan dialokasikan kepada individu yang bersedia terlibat dalam pengelolaan sistem aquaponik. Selain itu, fasilitas aquaponik ini dimaksudkan untuk berfungsi sebagai tempat pendidikan, memungkinkan penduduk lokal dan pengunjung internasional untuk mengeksplorasi, belajar, dan mendapatkan pengalaman praktis di bidang pertanian dan akuakultur dalam ruang terbatas. Akibatnya, selain meningkatkan ketahanan pangan, inisiatif ini bercita-cita untuk memantapkan dirinya sebagai tujuan wisata pendidikan, sehingga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitarnya.

Di sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), program yang dilaksanakan KKN Mandiri menekankan peningkatan kecakapan teknologi operator usaha. Kegiatan tersebut meliputi pengembangan desain produk dan logo, bimbingan dalam pembentukan akun media sosial untuk tujuan promosi, dan bantuan dalam memperluas ruang lingkup upaya pemasaran digital. Melalui pelaksanaan program ini, diharapkan UMKM akan meningkatkan daya saing, meningkatkan manajemen merek, dan secara efektif memanfaatkan teknologi untuk memfasilitasi revitalisasi Kampung Wisata Berseri Eka Jaya.

Selain akuaponik dan UMKM, program KKN Mandiri yang kami laksanakan berfungsi sebagai sarana edukasi masyarakat umum untuk meningkatkan kesadaran akan isu-isu lingkungan dan kesehatan. Pertama dan terpenting, edukasi tentang pentingnya sampah dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat dan menekankan pentingnya tidak menciptakan sampah sembarangan. Selain itu, edukasi tentang kadar gula dalam minuman kemasan juga diberikan untuk mendorong masyarakat agar lebih peduli terhadap isu-isu kesehatan dan memerangi penggunaan berlebihan. Pendekatan edukasi ini diharapkan dapat membantu masyarakat hidup lebih sehat dan meningkatkan kesadaran lingkungan.

Tidak hanya berfokus pada program inti, mahasiswa juga aktif berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan masyarakat. Di antaranya membantu acara donor darah di Kampung Donor Darah, mengikuti MTQ ke-3 Kecamatan Paal Merah, menjadi narasumber di acara The BE.BI.BE.BA dan RRI Jambi dengan tema pemanfaatan lahan sempit melalui aquaponik, mengundang BNN Kota Jambi untuk sosialisasi bahaya narkoba di RT 22, serta mengikuti kegiatan Lembaga Adat Melayu (LAM). Mahasiswa juga turut serta dalam kegiatan mengajar ngaji dan kompangan di RT 22 Kelurahan Eka Jaya.

Bersama dengan bantuan aquaponik, teknologi melek UMKM, dan edukasi masyarakat tentang lingkungan dan kesehatan, program KKN mandiri menjadi kunci untuk menjadikan Kampung Wisata Berseri lebih inovatif, produktif, edukatif, dan berkelanjutan.

METODE

Metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif (Participatory Action Research/PAR). Metode ini dipilih karena sesuai dengan tujuan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Pendekatan partisipatif dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung dalam setiap program, mulai dari pengelolaan aquaponik, pelatihan UMKM, hingga pemanfaatan papan edukasi sampah dan kesehatan. Tahapan kegiatan meliputi observasi kondisi lapangan, perencanaan program bersama, pelaksanaan kegiatan, serta evaluasi sederhana untuk melihat sejauh mana program memberikan manfaat bagi masyarakat.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Fokus utama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Mandiri di RT 22 Kampung Wisata Berseri, Kelurahan Eka Jaya, ada pada tiga aspek, yakni pemberdayaan UMKM melalui pemanfaatan teknologi digital, pengaktifan kembali aquaponik lahan, dan edukasi masyarakat mengenai isu lingkungan dan kesehatan.  Sesuai dengan misi KKN sebagai wujud pengabdian mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat, program ketiga dirancang untuk mendukung aspirasi masyarakat luas.

Penghidupan Kembali Lahan Aquaponik

Akuaponik secara konseptual didasarkan pada prinsip-prinsip sistem ekologi tertutup. Misalnya, produk sampingan metabolisme yang terdapat dalam makanan dan budidaya yang sering digunakan sebagai indikator lingkungan dapat digunakan kembali sebagai sumber nutrisi yang hemat biaya. Melalui kerja mikroorganisme dan kapur, nutrisi ini akhirnya diserap oleh organisme yang tumbuh subur dalam sistem hidroponik. Selain itu, akuaponik menghilangkan kebutuhan akan tenaga kerja manual setiap hari. Dengan menggunakan pompa, udara secara efisien ditarik dari tangki ikan ke atas, sehingga secara efektif mengairi tanaman.

Menurut Wongkiew, Hu, Chandran, Lee, dan Khanal , sistem akuaponik dapat menghasilkan unsur hara yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman. Biasanya, aquaponik melibatkan penempatan ikan kecil di samping benih sayuran. Karena tidak adanya sistem akuaponik yang mampu membudidayakan ikan dan sayuran dalam jumlah besar, masa panen baik ikan maupun sayuran menjadi singkat, dengan tetap menjaga kualitas, kesegaran, dan kesehatan. Metode akuaponik merupakan model produksi yang menyimpan pangan berupa ikan hidup, ikan segar, dan sayuran untuk konsumsi rumah tangga, dan berpotensi untuk dikembangkan menjadi usaha yang menguntungkan.

Akuaponik adalah pendekatan teknologi yang menggabungkan sistem budidaya ikan, yang dikenal sebagai akuakultur, dengan budidaya tanaman, yang disebut hidroponik, di mana limbah yang dihasilkan ikan diubah oleh bakteri menjadi nutrisi yang dibutuhkan tanaman. Metode ini telah terbukti efektif dalam memaksimalkan pemanfaatan lahan sempit, menghemat air, dan berkelanjutan secara lingkungan. Di Kampung Wisata Berseri, sebelumnya terdapat lokasi akuaponik, tetapi operasinya dihentikan karena kurangnya sumber daya manusia untuk mengelolanya secara konsisten. Program KKN kemudian diperkenalkan untuk merevitalisasi lokasi akuaponik melalui strategi kolaboratif, yang melibatkan anggota masyarakat dalam pengelolaannya. Hasil panen ikan dan sayuran dibagikan kepada warga yang berpartisipasi, sebagai insentif langsung untuk mendorong keterlibatan mereka. Selain itu, akuaponik dirancang sebagai pusat pembelajaran, yang memungkinkan pengunjung lokal dan internasional untuk belajar bersama. Hal ini sejalan dengan konsep pariwisata berbasis masyarakat (CBT), yang menekankan peran masyarakat tidak hanya sebagai penerima manfaat tetapi juga sebagai pelaku kunci dalam pengembangan pariwisata. Hasilnya, akuaponik tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan tetapi juga memperkuat daya tarik wisata edukasi Kampung Wisata Berseri.

Lahan Aquaponik


Berkunjung ke Petani Hidroponik


Pemberdayaan UMKM Melek Teknologi

UMKM memegang peranan penting dalam menopang perekonomian Indonesia. Menurut data Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2022, UMKM memberikan kontribusi lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto nasional dan menyediakan lapangan kerja bagi 97% tenaga kerja. Namun, salah satu kekurangan terbesar yang dihadapi UMKM adalah tingkat penggunaan teknologi digital yang masih rendah dalam kegiatan pemasaran. Sementara itu, sebuah studi yang dilakukan oleh Google, Temasek, serta Bain & Company pada tahun 2022 menyatakan bahwa nilai ekonomi digital di Indonesia diperkirakan akan mencapai USD 130 miliar pada tahun 2025, dengan perdagangan elektronik sebagai pendorong utamanya.

Melalui inisiatif pengabdian masyarakat ini, mahasiswa mendampingi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kampung Wisata Berseri untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang cara memanfaatkan teknologi digital. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi lokakarya tentang pembuatan desain dan logo produk, pembuatan profil media sosial untuk keperluan promosi, dan bimbingan dalam merancang strategi pemasaran daring. Dengan membangun branding dan promosi digital yang efektif, UMKM dapat meningkatkan daya tarik produk mereka sekaligus memperluas jangkauan pasar. Metode ini sejalan dengan temuan Rahayu & Day (2017) yang menunjukkan bahwa penerapan pemasaran digital secara signifikan meningkatkan daya saing UMKM di negara-negara berkembang.

Edukasi Masyarakat Tentang Sampah dan Kesehatan

Masalah lingkungan utama yang dihadapi masyarakat kontemporer berkisar pada sampah plastik, yang menghadirkan tantangan besar dalam hal penguraian. Menurut Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (2020), penguraian total plastik di lingkungan dapat memakan waktu hingga 500 tahun. Meningkatnya pencemaran lingkungan terutama disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat terhadap praktik pengelolaan sampah yang efektif. Oleh karena itu, inisiatif Kursus Kerja Nyata (KKL) menampilkan rambu-rambu edukatif yang menggambarkan durasi panjang yang dibutuhkan untuk mengurai beragam bahan sampah, dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat guna mencegah pembuangan sampah sembarangan.

Selain itu, penting untuk menyadari bahwa mengonsumsi terlalu banyak gula merupakan masalah kesehatan serius yang perlu diperhatikan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada tahun 2015 menganjurkan agar asupan gula harian tidak melebihi 25 gram, atau sekitar 6 sendok teh. Namun, penelitian Riskesdas tahun 2018 mengungkapkan bahwa rata-rata asupan gula masyarakat Indonesia masih lebih tinggi dari yang dianjurkan, sehingga menyebabkan peningkatan angka obesitas dan diabetes. Oleh karena itu, para mahasiswa membuat papan edukasi yang menampilkan kandungan gula dalam minuman kemasan untuk memberikan informasi yang mudah dipahami masyarakat. Tujuan dari edukasi ini adalah untuk membantu masyarakat memahami mengapa menjaga pola makan sehat sangatlah penting.

Papan Edukasi tentang Lamanya Terurai sampah tersebut

Papan Edukasi tentang Bahayanya Gula di Dalam Produk Minuman

Kegiatan Tambahan Bersama Masyarakat 

Selain inisiatif utama, mahasiswa yang terlibat dalam Program Pengabdian Masyarakat juga berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan. Keterlibatan aktif ini menggarisbawahi bahwa mahasiswa tidak hanya memperkenalkan inisiatif dari universitas tetapi juga terintegrasi ke dalam kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Beberapa kegiatan tambahan yang mereka ikuti antara lain membantu kegiatan donor darah yang diadakan di Kampung Donor Darah, sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat. Partisipasi dalam pawai Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) di tingkat kecamatan Paal Merah, yang berfungsi sebagai sarana untuk mempererat hubungan antara mahasiswa dan masyarakat setempat sekaligus menjaga nilai-nilai keagamaan.

Berperan sebagai narasumber pada acara BE.BI.BE.BA dan RRI Jambi dengan tema Pemanfaatan Lahan Terbatas sebagai Lahan Produktif melalui Akuaponik. Kegiatan ini merupakan sumbangsih mahasiswa dalam menyebarluaskan ilmu dan pengalaman KKN kepada masyarakat luas. Mengundang Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Jambi untuk melakukan penyuluhan di RT 22, sebagai upaya kolaborasi pencegahan penyalahgunaan narkoba dan peningkatan kewaspadaan generasi muda. Berpartisipasi dalam kegiatan Lembaga Adat Melayu (LAM), sebagai bentuk apresiasi dan pelestarian budaya lokal Jambi di RT 22. Mengadakan pengajian dan pentas musik tradisional di RT 22 Kelurahan Eka Jaya, yang tidak hanya mempererat tali silaturahmi dan keagamaan, tetapi juga menjadi ruang interaksi positif antara mahasiswa dengan masyarakat, khususnya anak-anak dan remaja.

Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tambahan ini memperlihatkan bahwa program KKN tidak hanya berorientasi pada output fisik, tetapi juga pada pembangunan sosial, spiritual, dan budaya masyarakat. Dengan ikut serta dalam berbagai kegiatan tersebut, mahasiswa belajar langsung tentang nilai gotong royong, keberagaman budaya, serta pentingnya menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat setempat.

Pemateri Talkshow UMKM di Tempoa


Narasumber di RRI Jambi PRO 1

Menjadi Peserta MTQ Tingkat Kecamatan PAALMERAH

Sosialisasi bahayanya Narkoba dan Seks bebas Oleh BNN

Pelatihan Adat Melayu Jambi Oleh LAM Eka Jaya


Sinergi Program dan Dampak Awal

Ketiga program utama tersebut memiliki keterkaitan erat dan membentuk ekosistem pemberdayaan yang saling melengkapi. Aquaponik memberikan manfaat langsung berupa pangan dan peluang wisata edukasi; UMKM mendapat penguatan melalui pemanfaatan teknologi digital; sedangkan papan edukasi mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan dan kesehatan. Kombinasi ini sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development) yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan (WCED, 1987).

Dampak awal yang terlihat dari pelaksanaan program ini cukup positif. Masyarakat mulai menunjukkan minat untuk terlibat dalam pengelolaan aquaponik karena mereka melihat manfaat langsung dari hasil panen. UMKM yang sebelumnya kurang familiar dengan teknologi mulai berani membuat akun media sosial dan mempromosikan produknya secara online. Sementara itu, papan edukasi yang dipasang menarik perhatian anak-anak dan remaja, yang menunjukkan rasa ingin tahu mereka terhadap isu lingkungan dan kesehatan.

Dengan demikian, pelaksanaan KKN gabungan di Kampung Wisata Berseri tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga membuka peluang keberlanjutan. Program ini menunjukkan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam masyarakat dapat menghadirkan inovasi berbasis ilmu pengetahuan sekaligus menumbuhkan kesadaran baru yang bermanfaat bagi pembangunan kampung wisata yang produktif, edukatif, dan berkelanjutan.

KESIMPULAN

Pelaksanaan KKN gabungan di Kampung Wisata Berseri, Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi berhasil memberi manfaat nyata bagi masyarakat maupun mahasiswa. Program utama berupa pemanfaatan lahan sempit melalui aquaponik kembali dihidupkan setelah sempat terhenti, dengan sistem pemberdayaan masyarakat yang tidak hanya menghasilkan panen ikan dan sayuran, tetapi juga berfungsi sebagai sarana edukasi bagi warga dan pengunjung.

Pendampingan UMKM melek teknologi turut membantu pelaku usaha lokal memahami pemasaran digital melalui pembuatan desain produk, logo, akun media sosial, dan promosi online. Sementara itu, papan edukasi sampah dan kadar gula menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan pola hidup sehat.

Selain program inti, mahasiswa juga aktif dalam berbagai kegiatan sosial, budaya, dan keagamaan seperti donor darah, MTQ, sosialisasi BNN, kegiatan LAM, serta mengajar ngaji dan kompangan. Hal ini memperkuat hubungan dengan masyarakat sekaligus menambah nilai dari kegiatan KKN.

Secara keseluruhan, KKN ini berhasil mendukung produktivitas lahan sempit, meningkatkan daya saing UMKM, serta memperkuat kesadaran sosial, lingkungan, dan kesehatan masyarakat, sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa.





Komentar